Nama : Diah Kamalia Hanastuti
Kelas : 2PA06
NPM : 12514954
Self
Directed Changes
Menurut Gibbons (2002), self directed learning adalah
peningkatan pengetahuan, keahlian, prestasi, dan mengembangkan diri dimana
individu menggunakan banyak metode dalam banyak situasi dalam setiap waktu. Self
directed learning diperlukan karena dapat memberikan siswa kemampuan
untuk mengerjakan tugas, untuk mengkombinasikan perkembangan kemampuan dengan
perkembangan karakter dan mempersiapkan siswa untuk mempelajari seluruh
kehidupan mereka. Self directed learning meliputi bagaimana
siswa belajar setiap harinya, bagaimana siswa dapat menyesuaikan diri dengan
keadaan yang cepat berubah, dan bagaimana siswa dapat mengambil inisiatif
sendiri ketika suatu kesempatan tidak terjadi atau tidak muncul.
Menurut Long (dalam Bath & Kamath, 2005) self
directed learning adalah proses mental yang biasanya disertai dan
didukung dengan aktivitas perilaku yang meliputi identifikasi dan pencarian
informasi. Dalam self directed learning, pelajar secara sengaja
menerima tanggung jawab untuk membuat keputusan tentang tujuan dan usaha mereka
sehingga mereka sendiri yang menjadi agen perubahan dalam belajar.
Teori Guglielmino (dalam Shiong,dkk, 1977)
mengemukakan bahwa self directed learning dapat terjadi dalam
banyak situasi yang bervariasi, mulai dari ruangan kelas yang berfokus pada
guru secara langsung (teacher directed) menjadi belajar dengan
perencanaan siswa sendiri (self planned) dan dilakukan sendiri(self
conducted). Guglielmino (1977) lebih lanjut menyatakan tentang
karakteristik yang dimiliki oleh pelajar, yakni sikap, nilai, kepercayaan, dan
kemampuan yang akhirnya menentukan apakah self directed learning terjadi
pada suatu situasi belajar.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan
bahwa self directed learningadalah peningkatan pengetahuan,
keahlian, prestasi, dan pengembangkan diri individu yang diawali dengan
inisiatif sendiri dengan belajar perencanaan belajar sendiri (self
planned) dan dilakukan sendiri (self conducted), menyadari
kebutuhan belajar, tujuan belajar, membuat strategi belajar, menilai hasil
belajar, serta memiliki tanggung jawab sendiri menjadi agen perubahan dalam belajar.
Konsep
dan Penerapan Self Directed Changes
1. Meningkatkan kontrol diri
Mendasarkan diri pada
kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan
dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi
sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan
struktur kognitif itu sendiri atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi
internal serta belajar yang efektif. Contoh: Seorang yang suka memakan makanan
cepat saji ingin melepaskan dari kebiasaan tersebut karna tidak baik untuk
kesehatan.
2. Menetapkan tujuan
Dimaksudkan untuk
menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti dapat
mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin
dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan hidupnya,
cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di masyarakat dan akan
mampu mengarahkan dirinya. Contoh: Kita harus menahan keinginan kita untuk
memakan makan cepat saji mungkin kita bisa menggantinya dengan makanan yang
tampaknya sama tapi dibuat sendiri jadi lebih sehat atau menggantinya dengan
alternative makanan sehat lainnya.
3. Pencatatan perilaku
Menguatkan perilaku
ulang kalau individu merasa bisa mengambil manfaat dari perilaku yang pernah
dilakukan sebelumnya, kemungkinan lain yang bisa menjadikan seseorang mengulang
perilaku sebelumnya karena merasa senang dengan apa yang pernah dilakukan.
Contoh: Jika kita mempunyai kebiasaan memakan makanan cepat saji, catat hal-hal
apa saja yang mungkin mengganggu kita untuk tidak makan makanan cepat saji.
Misalnya dengan mengalihkan ke makanan yang sehat.
4. Menyaring anteseden perilaku
Bisa membagi perilaku
sasaran ke dalam perubahan, serta membantu individu agar lebih siap dalam
mempelajari perilaku tersebut. Pemahaman akan anteseden perilaku membantu
individu agar dapat dengan tepat memilih nilai-nilai dan merencanakan strategi.
Contoh: Selain memakan makanan cepat saji, misalnya kita sering meminum minuman
keras. Lalu kita tuliskan kebiasan tersebut untuk di ubah menjadi lebih baik.
Dari situ mungkin kita akan berpikir sebenarnya selama ini baik atau burukkah
kebiasaan tersebut untuk kesehatan kita.
5. Menyusun konsekuensi yang efektif
Pemahaman dalam arti
sehat mental dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas
untuk melakukan segala sesuatu aktifitas –aktifitas yang dilakukan oleh
manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktivitas motoris,
emosional,dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.
6. Menerapkan perencana intervensi
Membawa perubahan,
tentunya pada perubahan yang lebih baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai,
karakter / watak, dan cara cara berperilaku secara individual. Dalam arti kita
harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak
dan pembelajaran secara terencana.
7. Evaluasi
Faktor yang penting
untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk
mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil
pembelajaran.
1.
Atwater, E., 1983, Psychology
of Adjustment, Personal Growth in a Changing Worlds, 2nd Ed., Prentice
Hall, New Jersey
Tidak ada komentar:
Posting Komentar