Jumat, 07 November 2014

The Pending Coffee

Beramal tidak hanya bisa dilakukan dengan memberikan uang dan benda di badan amal. Bisa juga lewat "Suspended Coffee" atau "Pending Coffee". Cukup memesan dan membayar ekstra kopi yang nantinya bisa diberikan untuk orang yang membutuhkan. Konsep amal ini pertama kali dipopulerkan di kota Napoli, Italia dengan nama "Caffe Suspeso". Tapi, mulai diperhatikan dunia saat sebuah sosial media menceritakan kembali kisah yang terjadi di sebuah kafe kecil di sana.

Dalam sebuah gambar yang diunggah via Facebook, dikatakan dua pengunjung kafe tersebut memesan dan membayar untuk lima kopi, dua dibawa oleh mereka dan tiga lainnya 'pending'. Setelah itu, ada dua orang lagi yang memesan tujuh kopi dan hanya mengambil dua. Tidak beberapa lama, seorang pria miskin masuk ke kafe dan menanyakan "Apakah Anda punya kopi yang pending?".

"Jadi pada dasarnya orang-orang beramal untuk kopi bahkan makanan untuk orang lain yang tidak mampu membelinya", kalimat itu menutup penjelasan tentang "Pending Coffee" dan diakhiri dengan gambar orang tua yang sedang menikmati kopi.

Bentuk perbuatan baik yang sederhana ini langsung mengambil hati para masyarakat dunia. Salah satunya di Bulgaria, salah satu negara yang mempunyai tingkat kemiskinan tertinggi di Eropa. Lebih dari 150 kafe di seluruh Bulgaria melakukan inisiatif amal ini. Tidak hanya kafe, beberapa restoran cepat saji dan swalayan juga melakukan amal lewat pembelian roti atau snack. Selain Bulgaria, negara Inggris juga bergabung dalam tindakan amal ini. Dilaporkan oleh Daily Mail (04/01/2013) sekitar 150 kafe di Inggris seperti Starbucks dan Costa mulai mengajak para pengunjung mengikuti kampanye ini.

“Ini adalah ide yang baik untuk para orang tunawisma, saya pernah berada di situasi dimana saya pengangguran, kedinginan, dan sangat menginginkan secangkir kopi hangat tetapi tidak bisa mampu membelinya,” tutur John Sweeney pembuat komunitas Suspended Coffee di Facebook kepada The Independent (04/04/2013). (odi/dyh)



Sumber: http://www.food.detik.com/read/2013/04/04/120706/2211353/297/pending-coffee-tren-baru-beramal-lewat-secangkir-kopi?d991104284top

Selasa, 04 November 2014

Datang

Kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang,
aku berjanji tidak akan bertanya, hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai di sini.
Karena dengan langkahmu, aku terbangun, dari mati suri yang kunina-bobokan sendiri,
Kalau kamu datang, tolong jangan pergi.
Aku lelah menjaga pintu.
Kalau kamu datang.
Aku berani sumpah, aku tenang.


By: Rahne Putri (Sadgenic)

Senin, 03 November 2014

Konsep-konsep Dinamika Kebudayaan



1.      Internalisasi merupakan proses panjang sejak seseorang dilahirkan sampai menjelang meninggal dunia untuk belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan, hasrat, nafsu, energi, emosi yang diperlukan sepanjang hidupnya. Contoh dari internalisasi salah satunya adalah perasaan pertama yang diaktifkan dalam kepribadian saat bayi dilahirkan adalah rasa puas dan tak puas, yang menyebabkan ia menangis. Contoh lainnya, adalah adanya hasrat atau keinginan yang kuat dalam diri setiap individu untuk menguasai kebudayaan orang lain.


2.      Sosialisasi merupakan proses pembelajaran tentang nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat. Contoh berdasarkan bentuk, pola, dan tipe sosialisasi sebagai berikut:
a.       Bentuk Sosialisasi
1.      Primer, pada sosialisasi ini berlangsung di dalam keluarga, berawal dari 0-4 tahun
2.      Sekunder, sosialisasi ini berlangsung di luar keluarga
b.      Pola Sosialisasi
1.      Partisipatif, pada sosialisasi ini menekankan pada pemberian imbalan/hadiah/pujian kepada anak yang berperilaku baik
2.      Represif, pada sosialisasi ini menekankan pada hukuman/kekerasan ketika anak berperilaku tidak baik
c.       Tipe Sosialisasi
1.       Formal, pada sosialisasi ini terdapat aturan-aturan yang mengikat individu. Contoh: Di Sekolah, Kantor
2.      Informal, pada sosialisasi ini penuh dengan kekeluargaan akrab. Contoh: Kekeluargaan antara keluarga dan teman
3.      Nonformal, pada sosialisasi lembaga yang dibentuk oleh masyarakat dan mempunyai aturan tertulis. Contoh: Lembaga kursus

3.      Enkulturasi merupakan proses belajar yan dialami individu sejak kecil ampai masa tuanya untuk belajar dan menyesuikan alam pikirannya serta sikapnya dengan adat istiadat sistem norma dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya, salah satu contoh dari proses enkulturasi adalah anak kecil menyesuaikan diri dengan waktu makan dan waktu minum secara teratur, mengenal ibu, ayah, dan anggota-anggota keluarganya, adat, dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku dalam keluarganya, dan seterusnya sampai ke hal-hal di luar lingkup keluarga seperti norma, adat istiadat, serta hasil-hasil budaya masyarakat.

4.      Evolusi Kebudayaan, proses perkembangan kebudayaan manusia dimulai dari bentuk sederhana sampai dengan palng kompleks.Contoh nyata dari evolusi kebudayaan salah satunya adalah, perubahan sosial dari masyarakat berburu menjadi masyarakat agraris.

5.      Difusi Kebudayaan, difusi (diffusion) adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan ke seluruh dunia.  Contoh difusi yang terjadi dalam masyarakat Indonesia adalah berbagai kata yang ada dalam Bahasa Indonesia. Tanpa kita sadari, Bahasa Indonesia sendiri merupakan contoh hasil dari proses difusi yang terjadi dalam masyarakat. Berbagai kata dalam Bahasa Indonesia merupakan hasil serapan dari bahasa asing dan bahasa-bahasa daerah, seperti Bahasa Jawa, Sunda, dan lain-lain.

6.      Akulturasi merupakan bersatunya dua kebudayaan atau lebih sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contoh nyata dari proses akulturasi adalah, adanya Masjid Ceng Ho. Bangunan Masjid ini merupakan hasil dari proses akulturasi antara Cina, Arab, Jawa serta Eropa. Bangunan Masjid ini menyerupai kelenteng. Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid.

7.      Asimilasi penggabungan dua budaya, kebudayaan asli lambat laun hilang dan muncul kebudayaan baru. Contoh nyata dari asimilasi salah satunya adalah orang orang etnis Tionghoa yang tinggal di Indonesia. Warga etnis Tionghoa yang sudah lama tinggal di Indonesia  akhirnya bisa berbicara dengan Bahasa Indonesia dengan sangat fasih. Di desa-desa di Kalimantan, banyak warga etnis Tionghoa yang masih berbicara dengan dialek asli Cina, namun dialek yang mereka biasa pakai untuk berkomunikasi sudah tidak asli karena sudah tercampur dengan Bahasa Indonesia.

8.      Inovasi merupakan pembauran unsur-unsur teknologi ekonomi kebudayaan yang meliputi penggunaan SDM dan SDA sehingga tercipta produk-produk baru, salah satu contoh dari inovasi adalah seiring munculnya beberapa ilmuan dari luar yang telah berinovasi munculah kendaraan dengan mesin sederhana yang berbahan bakar seperti kereta uap dan kendaraan bermotor. Pada masa kini mobil dan motor sudah menggunakan bahan bakar minyak, bahkan ada pula yang menggunakan listrik dan tenaga surya matahari. Hal ini merupakan bentuk dari inovasi.

Analisis Kasus Psikologi Umum 1

Tawuran dan Tindakan Anarkis Pelajar Cerminkan Degradasi Moral Siswa

JAKARTA, Jurnalpos.com – Tawuran pelajar dan tindakan anarkis yang dilakukan Siswa SMAN 6 Jakarta terhadap para wartawan yang sedang meminta klarifikasi mengenai perampasan peliputan kaset milik reporter Trans 7 dianggap sebagai salah satu contoh degradasi moral dari sebagian generasi muda. Menurut Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai acara halal bihalal PP Muhammadiyah dan Ormas Islam dan Tokoh Muslim di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9), “Sedih, prihatin ada siswa yang melakukan hal seperti itu. Tindakan anarkis patut kita sesalkan.”
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi mendasar bagi pemerintah. Pasalnya perilaku anarkis tersebut dinilai memperjelas degradasi moral dikalangan pelajar. Oleh karena itu pendidikan moral sangatlah penting untuk diberlakukan di lembaga pendidikan. Peristiwa tersebut juga menguak tabir permasalahan dalam sistem pendidikan Indonesia. Ia juga mendesak agar pihak penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tersebut. Bahkan jika ada dugaan keterlibatan guru atau wartawan juga harus ditindak tegas.(Aldy/Heri/Ivan)



ANALISIS KASUS

Situasi keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan dan perkembangan psikologis anak, apabila dalam suatu keluarga sering terjadi keributan atau pertengkaran antara kedua orang tua maka hal itu sangat memicu untuk anak menjadi sangat agresif. Akibatnya anak tersebut bisa jadi ikut tawuran ataupun berkelahi dengan teman-teman sebayanya seperti pada kasus di atas. Apabila seorang anak tidak mendapatkan kenyamanan dirumahnya sendiri maka ia akan mencari rasa aman atau kenyamanan diluar rumah, dengan membentuk suatu geng bersama teman-teman sebayanya.
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, pada masa ini remaja sangat membutuhkan bimbingan dari orang terdekat seperti orangtuanya sendiri yang paling mengerti untuk menemukan jati dirinya. Pada masa ini juga disebut masa yang paling membingungkan oleh para remaja, maka dari itu pengawasan dan nasehat dari orangtua sangatlah dibutuhkan agar ia dapat menjadi remaja yang terarah dan menemukan jati dirinya. Apabila seorang remaja ini sudah mendapatkan pengakuan, kenyamanan dan ketenangan dirumahnya sendiri, maka ia tidak akan mencari pengakuan, dan rasa aman di luar rumah dengan bergabung dan membentuk geng bersama teman-temannnya.

PENDEKATAN PSIKOLOGIS DAN SARAN


Menurut saya, pada ada kasus ini, pendekatan psikologis yang tepat adalah CBT (Cognitive Behavior Therapy) yang mengubah pola pikir para pelaku yang melakukan tawuran. Mereka harus tahu bahwa melakukan tindakan anarkis seperti tawuran dapat merugikan diri sendiri dan orang yang ada disekitarnya. Selain melakukan pendekatan CBT, pada kasus ini juga dapat menggunakan pendekatan humanistik oleh para orang tua. Orang tua harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada anak mereka, serta mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Bimbingan dari orang terdekat khususnya orang tua sangat dibutuhkan oleh seseorang, khususnya bagi anak yang baru beranjak dewasa.