Nama : Diah Kamalia Hanastuti
Kelas : 2PA06
NPM : 12514954
Pekerjaan
dan Waktu Luang 1
Mengubah Sikap Terhadap Pekerjaan
a.
Nilai Pekerjaan
Nilai pekerjaan
adalah bahwa nilai dari apa yang kita kerjakan sebenarnya sangat bergantung
kepada cara berpikir kita terhadap pekerjaan itu. Sekecil apapun pekerjaan yang
kita lakukan, jika kita memahami bahwa pekerjaan itu adalah bagian dari sebuah
perencanaan besar, atau bahwa pekerjaan itu adalah proses menuju terwujudnya
sesuatu yang besar, maka tidak akan ada lagi perasaan kecil dalam hati kita
ketika mengerjakan pekerjaan itu.
b.
Apa yang dicari dalam pekerjaan?
Yang dicari dalam
pekerjaan adalah kenikmatan dalam bekerja, kenyamanan dalam bekerja dan
kepuasan kerja. Dimana bagian dari sebuah perencanaan besar atau bahwa
pekerjaan itu menuju proses terwujudnya suatu yang besar.
c.
Fungsi psikologi dari pekerjaan
Fungsi psikologinya, lebih bisa
mandiri, lebih kreatif berfikir logis. Bahkan orang yang sudah
mendapatkan banyak uang tidak akan mau mengurangi waktu dan energy yang di
habiskan oleh pekerjaan mereka.kemampuan karena kebutuhan akan penghargaan dan
penguasaan (Morgan,1972).
Fase dalam Memilih Pekerjaan
Pada tahap pertama, umur 15 - 22 tahun, seseorang
umumnya memilih jurusan, yang menurutnya baik dan ia suka. Apakah seseorang
memilih jurusan tertentu oleh karena masalah image jurusan tersebut ini. Bisa juga ia memilih jurusan tertentu
karena rekomendasi orang tua dan sisi ekonomi atau peluang kerja. Beragam
alasan orang memilih jurusan tertentu di sekolah atau kampus.
Tahap kedua adalah pada umur 22 - 30 tahun, seseorang
memilih karier sesuai dengan jurusan yang ia pelajari di kampus. Ia tertarik
dengan pekerjaan barunya dan mulai menekuni apa yang ia pilih. Ini biasanya
bisa terjadi sampai umur 30 tahun.
Tahap ketiga adalah pada umur 30 - 38 tahun, bila
seseorang menekuni pekerjaannya pada fase kedua, kinerjanya akan semakin baik
pada fase ini. Kinerjanya umumnya di atas rata-rata. Gairah kerja semakin
bertambah. Ia mungkin mencapai posisi manager dalam sebuah perusahaan pada fase
ini.
Tahap keempat adalah pada umur 38 - 45 tahun, ini
merupakan tahapan atau fase yang tepat untuk memikirkan ulang pekerjaan yang
seharusnya ditekuni. Pada fase ini biasanya orang mulai makin sadar akan
pekerjaan yang seharusnya ia tekuni. Ini adalah fase yang kritis karena pada
fase ini akan muncul pertanyaan, "Mau ke mana arah atau jalur karir yang
akan ditempuh?" Pada fase ini persaingan ke posisi yang lebih tinggi
semakin ketat. Peluang untuk naik ke posisi yang banyak membuat kebijakan
strategis semakin kecil karena persaingan atau ada orang yang lebih hebat atau
lebih cerdas dari Anda untuk menduduki posisi tersebut. Ada keinginan
untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih besar bagi perusahaan atau
organisasi yang akan menambah kepuasan diri juga, self-actualization yang meminjam istilah dari Abraham Maslow.
Tahap kelima adalah pada umur 45 - 55 tahun, seseorang
lolos pada fase ke empat, biasanya ia akan semakin mantap pada fase ini,
khususnya mereka yang memilih karir atau menemukan pekerjaan yang cocok dengan
bakat dan talenta pribadinya. Karirnya akan semakin bersinar. Ada kematangan
baik dalam jiwa dan dalam pekerjaan. Ia semakin mengerti tujuan perusahaan. Ia
makin mengerti relasi dari organisasi dengan masyarakat luas. Namun, pada fase
ini juga orang akan mulai mengalami kebosanan di pekerjaan kalau salah
mengambil keputusan pada tahap kelima. Pada fase keempat pun orang sudah mulai
merasakan kebosanan dalam pekerjaan. Gairah kerja hilang karena tidak ada
keputusan berarti yang bisa dilakukan bagi perusahaan.
Tahap keenam adalah umur 55 - 62 tahun, orang-orang yang
sukses melewati tahap ke empat dan kelima akan mengalami gairah kerja yang semakin
bertambah pada fase ini. Kreatifitas muncul seperti ide-ide baru untuk
memperbaiki organisasi. Vitalitas orang semakin bertambah dalam pekerjaan pada
fase ini. Self-actualization semakin
matang dan mulai mempersiapkan diri utuk memasuki fase terakhir.
Tahap ketujuh adalah 62 - 70 tahun, seseorang mulai
memikirkan bagaimana meneruskan karir yang sudah dibangun atau perusahaan yang
sudah dirintis dan berjalan. Ia mulai memikirkan siapa yang akan
menggantikannya di kemudian hari. Bila sudah pada fase ini, Anda sudah harus
memikirkan bagaimana agar apa yang sudah dimulai dan dikerjakan bisa diteruskan
dalam track yang benar oleh penerus
Anda.
Memilih Pekerjaan Yang Cocok
Hubungan antara
Karakteristik Pribadi dan Pekerjaan dalam Memilih Pekerjaan yang Cocok
a. Kepribadian Artistik
1. Karakternya kreatif, imajinasi yang tak pernah berhenti, suka
mengekspresikan diri, suka bekerja tanpa aturan, menikmati pekerjaan yang
berkaitan dengan design/warna/kata-kata. Orang artistik merupakan pemecah
masalah yang sangat hebat karena mereka menggabungkan pola pikir intuisi dan
pendekatan rasional.
2. Pekerjaan yang cocok adalah
editor, grafik desainer, guru drama, arsitek,
produser, ahli kecantikan, model, pemain film, sutradara, interior desain.
b. Kepribadian
Konvensional
1. Karakternya menyukai aturan, prosedur yang rapi, teliti, tepat
waktu, suka bekerja dengan rincian data, tertib, cenderung pendiam dan lebih
hati-hati.
2. Pekerjaan yang cocok adalah
akuntan, petugas asuransi, penegak hukum, pengacara,
penulis, penerjemah.
c. Kepribadian Aktif
1. Karakternya gigih, berani, suka berkompetisi, penuh semangat,
pekerja keras, ekstrovet, enerjik, dan progresif.
2. Pekerjaan yang cocok adalah
wiraswasta, direktur program, manager.
d. Kepribadian
Investigasi
1. Karakternya analitis, intelektual, ilmiah, menyukai misteri,
sangat memperhatikan detail, lebih suka bekerja secara individu, menggunakan
logika.
2. Pekerjaan yang cocok
seperti, analisis sistem komputer,
programmer, dosen, profesor, statistik, dokter.
e. Kepribadian Realistis
1. Karakternya realistis, praktis, simpel, bekerja di luar ruangan,
berorientasi pada masalah dan solusinya, suka bekerja dengan objek yang
kongkrit, pekerjaan yang menggunakan alat bantu atau mesin.
2. Pekerjaan yang cocok
seperti tukang listrik, dokter gigi, insinyur.
f. Kepribadian Sosial
1. Karakternya suka membantu orang lain, dapat berkomunikasi dengan
baik, bekerja dalam tim, sabar, murah hati, memiliki empati, memusatkan diri
dengan interaksi manusia, suka berbicara.
2. Pekerjaan yang cocok adalah
psikolog, guru, mediator, perawat, entertainer,
selebriti.
Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar