Nama :
Diah Kamalia Hanastuti
NPM :
12514954
Kelas :
3PA06
A.
Pengertian
Psikoterapi
Menurut
Watson & Morse (1977), psikoterapi
merupakan bentuk khusus dari interaksi antara dua orang, pasien, dan terapis.
Pasien memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologi dan terapis
menyusun interaksi dengan menggunakan dasar psikologi untuk membantu pasien
meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah
pikiran, perasaan, dan tindakan.
Menurut
Corsini (1989), psikoterapi merupakan proses formal dan interaksi antara dua
pihak yang memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress).
Dari
dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, psikoterapi merupakan interaksi
antara dua orang, yaitu pasien dan terapis, yang bertujuan untuk memperbaiki
keadaan yang tidak menyenangkan (distress)
dengan mengendalikan diri dengan cara mengubah pikiran, perasaan, serta
tindakan dengan menggunakan metode-metode dasar psikologi.
B.
Perbedaan
Psikoterapi dan Konseling
Menurut
Mappiare (dalam Hartosujono, 2004), ada sejumlah perbedaan psikoterapi dan
konseling, sebagai berikut:
1. Konseling
merupakan bagian dari psikoterapi. Psikoterapi merupakan bagian yang lebih luas
dari pada konseling.
2. Konseling
lebih mengarah pada penyebab atau awal masalah, konseling lebih mengarah pada
pengembangan-pendidikan-pencegahan. Psikoterapi mengarah pada
penyembuhan-penyesuaian-penyembuhan.
3. Dasar
konseling adalah filsafat manusia. Pada perkembangan selanjutnya, konseling
juga memanfaatkan perkembangan teori-teori kepribadian dalam konteks ilmu
perilaku. Dasar psikoterapi adalah perbedaan individual dengan dasar-dasar
psikologi kepribadian dan psikopatologi.
C.
Metode
Psikoterapi
1. Psikoanalisis & Psikodinamik
Pendekatan
ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan, dan pikiran dengan cara
memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi dipikiran bawah sadar. Tujuan
dari metode ini, agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak
disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar
yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk
mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa
mengatasi segala masalahnya melalui insight
(pemahaman pribadi).
2. Behavior Therapy
Pendekatan
terapi perilaku berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang
dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan terapi
ini adalah Ivan Pavlov, yang menemukan classical
conditioning. Inti dari pendeketan ini adalah, manusia bertindak secara
otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau reaksi-reaksi).
Tokoh
lain dari pendekatan ini adalah E. L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning, yaitu konsep bahwa
seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan mengindari hukuman.
3. Cognitive Therapy
Terapi
kognitif memiliki konsep bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh pikirannya.
Oleh karena itu, pendekatan ini lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran
untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan cognitive
therapy adalah disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perilaku. Tokoh yang
mengemukakan pandangan ini adalah Albert Ellis dan Aaron Beck.
4. Humanistic Therapy
Pendekatan
ini menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia mampu
menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam humanistik, seorang psikoterapis
berperan sebagai fasilitator perubahan saja bukan mengarahkan perubahan.
Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi
kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas kesadarannya
sendiri.
5. Integrative/Holistic
Therapy
Pendekatan
ini merupakan psikoterapi gabungan yang bertujuan untu menyembuhkan mental
seseorang secara keseluruhan.
Referensi:
2.
Supriyadi
T, Indrawati E. (2005). Psikologi
konseling. Semarang: Antari Cipta Sejati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar