Senin, 20 Maret 2017

Tugas Psikoterapi 1

Nama              : Diah Kamalia Hanastuti
NPM               : 12514954
Kelas               : 3PA06

A.      Pengertian Psikoterapi
Menurut Watson  & Morse (1977), psikoterapi merupakan bentuk khusus dari interaksi antara dua orang, pasien, dan terapis. Pasien memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologi dan terapis menyusun interaksi dengan menggunakan dasar psikologi untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah pikiran, perasaan, dan tindakan.
Menurut Corsini (1989), psikoterapi merupakan proses formal dan interaksi antara dua pihak yang memiliki tujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress).
Dari dua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, psikoterapi merupakan interaksi antara dua orang, yaitu pasien dan terapis, yang bertujuan untuk memperbaiki keadaan yang tidak menyenangkan (distress) dengan mengendalikan diri dengan cara mengubah pikiran, perasaan, serta tindakan dengan menggunakan metode-metode dasar psikologi.
B.     Perbedaan Psikoterapi dan Konseling
Menurut Mappiare (dalam Hartosujono, 2004), ada sejumlah perbedaan psikoterapi dan konseling, sebagai berikut:
1.      Konseling merupakan bagian dari psikoterapi. Psikoterapi merupakan bagian yang lebih luas dari pada konseling.
2.      Konseling lebih mengarah pada penyebab atau awal masalah, konseling lebih mengarah pada pengembangan-pendidikan-pencegahan. Psikoterapi mengarah pada penyembuhan-penyesuaian-penyembuhan.
3.      Dasar konseling adalah filsafat manusia. Pada perkembangan selanjutnya, konseling juga memanfaatkan perkembangan teori-teori kepribadian dalam konteks ilmu perilaku. Dasar psikoterapi adalah perbedaan individual dengan dasar-dasar psikologi kepribadian dan psikopatologi.
C.  Metode Psikoterapi
1.      Psikoanalisis  & Psikodinamik
Pendekatan ini fokus pada mengubah masalah perilaku, perasaan, dan pikiran dengan cara memahami akar masalah yang biasanya tersembunyi dipikiran bawah sadar. Tujuan dari metode ini, agar klien bisa menyadari apa yang sebelumnya tidak disadarinya. Gangguan psikologis mencerminkan adanya masalah di bawah sadar yang belum terselesaikan. Untuk itu, klien perlu menggali bawah sadarnya untuk mendapatkan solusi. Dengan memahami masalah yang dialami, maka seseorang bisa mengatasi segala masalahnya melalui insight (pemahaman pribadi).
2.      Behavior Therapy
Pendekatan terapi perilaku berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Tokoh yang melahirkan terapi ini adalah Ivan Pavlov, yang menemukan classical conditioning. Inti dari pendeketan ini adalah, manusia bertindak secara otomatis karena membentuk asosiasi (hubungan sebab-akibat atau reaksi-reaksi).
Tokoh lain dari pendekatan ini adalah E. L. Thorndike yang mengemukakan konsep operant conditioning, yaitu konsep bahwa seseorang melakukan sesuatu karena berharap hadiah dan mengindari hukuman.
3.      Cognitive Therapy
Terapi kognitif memiliki konsep bahwa perilaku manusia dipengaruhi oleh pikirannya. Oleh karena itu, pendekatan ini lebih fokus pada memodifikasi pola pikiran untuk bisa mengubah perilaku. Pandangan cognitive therapy adalah disfungsi pikiran menyebabkan disfungsi perilaku. Tokoh yang mengemukakan pandangan ini adalah Albert Ellis dan Aaron Beck.
4.      Humanistic Therapy
Pendekatan ini menganggap bahwa setiap manusia itu unik dan setiap manusia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Dalam humanistik, seorang psikoterapis berperan sebagai fasilitator perubahan saja bukan mengarahkan perubahan. Psikoterapis tidak mencoba untuk mempengaruhi klien, melainkan memberi kesempatan klien untuk memunculkan kesadaran dan berubah atas kesadarannya sendiri.
5.      Integrative/Holistic Therapy
Pendekatan ini merupakan psikoterapi gabungan yang bertujuan untu menyembuhkan mental seseorang secara keseluruhan.

Referensi:

2.      Supriyadi T, Indrawati E. (2005). Psikologi konseling. Semarang: Antari Cipta Sejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar