Kamis, 29 Oktober 2015

Softskill Tugas 1; Psikologi dan Internet

Kesimpulan dan hal yang sudah saya pahami dari mentranslate serta membaca ulang Chapter 2; Children and Internet yang merupakan buku dari Jayne Gackenbach, Psychology The Internet; Intrapersonal, Interpersonal, and Transpersonal Implication (2007), adalah internet memiliki dampak positif dan negatif bagi yang menggunakannya, terutama oleh anak-anak. Dampak positif menggunakan internet adalah menambah wawasan, efisiensi waktu dalam mencari data, bertukar informasi secara cepat dan sebagainya. Namun, di sisi lain internet dapat menyebabkan kecanduan, boros, dan lupa waktu; bagi yang menggunakannya terlalu sering seperti main game online (Point Blank, Dota, dsb).
Apabila anak-anak terlalu sering menggunakan internet, maka perkembangan sosialnya akan terganggu. Maksudnya, mereka akan sulit untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan dunia luar atau dunia nyatanya. Pada zaman yang modern ini seiring berkembangnya teknologi, anak-anak dapat dengan mudah mengakses situs atau web yang tidak seharusnya dikunjungi, seperti menonton video atau gambar porno, dan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh anak-anak.
Internet juga merupakan sumber dari kejahatan. Banyak oknum tidak bertanggungjawab yang menggunakan internet secara tidak seharusnya. Contohnya seperti, pengisian data diri di profile Facebook, tidak semua data diri yang dicantumkan benar, dan bisa saja hal ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak seharusnya; penculikan. Kasus penculikan melalui dunia maya yang terjadi di Indonesia tidak hanya sekali terjadi, ini akibat dari kurangnya pengawasan orang tua terhadap anaknya dalam menggunakan internet.
Sebaiknya para orang tua memberikan pengawasan yang lebih terhadap anak-anak mereka dalam menggunakan internet, orang tua juga harus dapat membatasi penggunaan internet terhadap anak-anak mereka agar mereka tidak menyalahgunakan penggunaan internet. Masa kanak-kanak seharusnya menjadi masa-masa bahagia, sangat disayangkan apabila masa kanak-kanak mereka dikendalikan oleh internet hanya karena kurangnya perhatian, kasih sayang, dan hilangnya pengawasan dari orang tua.

Selasa, 27 Oktober 2015

Analisis Film Inside Out


Inside Out merupakan film bergenre animasi, menceritakan tentang kehidupan Riley, remaja berusia 11 tahun. Pada film tersebut tidak terlalu berfokus pada Riley, melainkan pada isi kepalanya yang terwujud dalam 5 emosi. Emosi yang ada digambarkan pada 5 karakter, yaitu Joy (kesenangan), Sadness (kesedihan), Anger (kemarahan), Disgust (kejijikan), Fear (ketakutan). Cerita berawal pada saat Riley yang awalnya merupakan sosok yang periang, karena dominan dikendalikan oleh Joy, harus mengalami guncangan pada saat keluarganya pindah. Kehidupan barunya tidak seindah kehidupan lamanya. Hal ini membuat para emosi yang tinggal di dalam kepala Riley menjadi bingung.
Pada film ini digambarkan beberapa pulau; pulau canda, pulau pertemanan, pulau hoki (hobi Riley), pulau jujur, dan pulau keluarga, yang membentuk kepribadian pada Riley. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sigmund Freud tentang perkembangan manusia, bahwa tahun-tahun awal kehidupan memegang peranan penting bagi pembentukan kepribadian seseorang.
Dari film ini kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran kita dapat merespons satu hal yang sama dengan cara yang berbeda. Contohnya tentang hujan, bahagia melihat hujan menjadi satu hal yang menyenangkan, karena kita dapat bermain hujan, namun disisi lain rasa sedih pandangan tentang hujan akan membuat kita menderita karena kebasahan dan terendam air. Setiap emosi memiliki porsinya masing-masing, karena kita tidak selamanya akan merasa selalu bahagia, kita pasti akan merasakan sedih, takut, marah, dan sebagainya.

Analisis Criminal Minds


Serial ini menceritakan tentang sebuah unit khusus dari FBI yaitu BAU (Behavioral Analysis Unit) yang berperan penting dalam mengungkap berbagai kasus pembunuhan, dengan cara menganalisa perilaku pelaku berdasarkan profiling dan bukti-bukti yang ada dengan tujuan akhir memahami pola pikir pelaku tersebut.
Pada episode pertama ini, kasus ini terjadi pada Heather Woodland, seorang wanita muda cantik, berkulit putih. Sebelum melakukan makan siang, Heather mendownload email dengan waktu yang tertunda karena terdeteksi sebuah virus. Melalui kejadian ini, unsub menghapus data yang ada di hard drive pada komputer Heather sehingga unsub dapat dengan mudah berkomunikasi dengan Heather. Dikatakan unsub karena, sebelum ditetapkannya menjadi “pelaku”, pelaku disini disebut unsub (Unidentified Subject). Unsub mengirimkan foto mobil dengan maksud menawarkan mobil tersebut dengan harga yang sangat murah, sehingga Heather sangat tertarik untuk membeli mobil tersebut.
Setelah mencapai kesepakatan pada unsub untuk membeli mobil tersebut dan dijanjikan sekaligus akan test drive, Heather bertemu unsub pada waktu yang telah ditentukan. Awalnya Heather tidak merasa curiga. Setelah melakukan test drive, unsub secara sengaja membawa Heather ke sebuah tempat. Di tempat tersebut Heather di siksa oleh unsub.
Pada kasus ini, terdapat 2 orang pelaku yang berarti terdapat 2 kepribadian yang berbeda dari masing-masing pelaku. Pelaku pertama bernama Richard Slessman. Richard tinggal bersama neneknya karena ibunya sudah meninggal sejak ia berumur 13 tahun akibat kebakaran. Semasa hidupnya ia jarang berinteraksi, ia mendapatkan kasih sayang dari neneknya tapi menurut saya ia tetap merasa kesepian. Richard termasuk anak yang membuat masalah sehingga ia dapat masuk penjara sebelumnya.
Di dalam penjara ia bertemu dengan pelaku kedua, Tim Vogel, seorang sipir di penjara tersebut. Vogel memiliki masa lalu yang buruk, ia merasa sakit hati pada wanita. Di sini Vogel melindungi Richard selama berada di dalam penjara, sehingga Richard merasa harus membalas budi setelah apa yang dilakukan Vogel kepadanya, yaitu dengan menuruti perintah yang diberikan oleh Vogel termasuk untuk membantunya melakukan usaha pembunuhan.
Menurut saya kesimpulannya, Vogel melakukan tindakan keji seperti ini karena ia merasa sakit hati oleh wanita yang terus-menerus mengejeknya, tetapi kemarahan itu ia pendam dalam hati sehingga menimbulkan dendam pada wanita tersebut. Karena ia tidak dapat menyalurkan dendam tersebut pada wanita yang telah mengejeknya, ia melakukan hal keji pada korbannya, yang tidak lain adalah wanita, dengan menyiksanya sampai membunuhnya. Dengan cara itu kemarahannya dapat tersalurkan, mekipun ia belum cukup merasa puas menyalurkan dendamnya pada korbannya tersebut.
Pada Richard, ia hanya merasa belum cukup terlindungi karena pada saat kecil ia sudah ditinggal ibunya meninggal sehingga ia merasa kesepian dan kurang kasih sayang dari orang tuanya. Richard mengikuti semua perintah dari Vogel hanya karena membalas budi kepada Vogel, karena Vogel sudah melindungi dia pada saat hidup di penjara.