Nama : Diah Kamalia Hanastuti
Kelas : 2PA06
NPM : 12514954
Pekerjaan
dan Waktu Luang 2
Penyesuaian
diri dalam bekerja
Penyesuaian
diri adalah suatu usaha individu untuk dapat mengubah dirinya ketika
mereka berada di lingkungan keluarga, sekolah dan di masyarakat yang dapat
ditunjukkan melalui aktivitas seperti: dapat menguasai lingkungan dimana
individu berada, penuh percaya diri, bersedia menerima teman dalam kelompok,
bersedia mengatasi masalah, dan bersedia merencanakan sesuatu dengan pikiran.
Pada
dasarnya, penyesuaian diri memiliki dua aspek, yaitu penyesuaian pribadi dan
penyesuaian sosial.
1.
Penyesuaian Pribadi
Penyesuaian pribadi adalah kemampuan individu untuk
menerima dirinya sendiri sehingga tercapainya hubungan yang harmonis antara
siapa dirinya dengan lingkungan kerjanya. Ia sadar sepenuhnya siapa dirinya,
apa kelebihan dan kekurangannya dan bertindak objektif sesuai dengan kondisi
dirinya tersebut. Keberhasilan diri pribadi dengan tidak adanya rasa benci,
lari dari kenyataan atau tanggung jawab, kecewa atau tak percaya pada kondisi
dirinya. Kehidupan kejiwaannya ditandai dengan tidak adanya kegoncangan atau
kecemasan yang menyertai rasa bersalah, rasa tidak puas, rasa cemas, rasa
kurang dan keluhan terhadap nasib yang dialaminya.
2.
Penyesuaian Sosial
Setiap individu hidup dalam masyarakat, dimana
terdapat proses saling mempengaruhi satu sama lain. Dari proses tersebut timbul
pola kebudayaan dan tingkah laku sesuai dengan sejumlah aturan, hukum, adat dan
nilai-nilai yang mereka patuhi, demi untuk mencapai penyesuaian bagi
persoalan-persoalan hidup sehari-hari.
Dalam dunia kerja ada 2 hal yang tidak bisa dipisahkan yaitu karyawan dan perusahaan. Seseorang yang dapat menyesuaikan dirinya dengan pekerjaannya yaitu apabila terdapat adanya kepuasan kerja. Faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan, diantaranya adalah kesesuaian pekerjaan, kebijakan organisasi termasuk kesempatan berkembang, lingkungan kerja dan perilaku atasan. Faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan menurut Kreitner dan Kinichi, yaitu:
a.
Pemenuhan Kebutuhan (need fulfillment)
Pekerjaan yang memberikan kesempatan pada individu
intuk memenuhi kebutuhannya.
b.
Perbedaan (discrepancies)
Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan.
Pemenuhan harapan mencerminkan perbedaan antara apa yang diharapkan dan apa
yang diperoleh individu dari pekerjaannya.
c.
Pencapaian nilai (value attainment)
Kepuasan hasil dari persepsi pekerjaan memberikan
pemenuhan nilai kerja individual.
d.
Keadilan (equity)
Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu
diperlakukan di tempat kerja.
e.
Komponan genetik (genetic components)
Kepuasan
kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. perbedaan sifat
individu kerja disamping karakteristik lingkungan pekerjaan.
Selain itu ada juga faktor penentu kepuasan kerja yaitu:
a.
Gaji/upah
Menurut Theriault, kepuasan kerja merupakan fungsi
dari jumlah absolute dari gaji yang diterima, derajat sejauh mana gaji memenuhi
harapan-harapan tenaga kerja dan bagaimana gaji diberikan.
b.
Kondisi kerja yang
menunjang
Bekerja dalam ruangan atau tempat kerja yang tidak
menyenangkan (uncomfortable) akan
menurunkan semangat untuk bekerja. Oleh karena itu, perusahaan harus membuat
kondisi kerja yang nyaman dan menyenangkan sehingga kebutuhan-kebutuhan fisik
terpenuhi dan menimbulkan kepuasan kerja.
Hubungan kerja
Hubungan dengan rekan kerja
Ada
tenaga kerja dalam menjalankan pekerjaannya memperoleh masukan dari tenaga
kerja lain (dalam bentuk tertentu). Keluarannya (barang yang setengah jadi)
menjadi masukkan untuk tenaga kerja lainya, misalnya pekerja konveksi. Hubungan
antara pekerja adalah hubungan ketergantungan sepihak yang berbentuk
fungsional.
Hubungan
dengan atasan
Kepemimpinan yang konsisten berkaitan dengan kepuasan
kerja adalah tenggang rasa (consideration).
Hubungan fungsional mencerminkan sejumlah atasa membantu tenaga kerja untuk
memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. Hubungan keseluruhan
didasarkan pada ketertarikan antara pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan
nilai-nilai yang serupa, misalnya keduanya mempunyai pandangan hidup yang sama.
Waktu Luang
Waktu
luang adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan bebas tanpa bayaran, dan
kegiatan ini memberikan kepuasan kepada pelakunya yang dilakukan selama
waktu-waktu yang dapat disisakan dari memenuhi kebutuhan penghidupan dan
pemeliharaan hidup, tuntutan sosial maupun tuntutan lembaga lain.
Hal-hal
yang perlu di pertimbangkan dalam memilih kegiatan untuk mengisi waktu luang
adalah:
1. Waktu
2. Tuntutan sosial.
Ini berasal dari keinginan keluarga, teman, kelompok, adat istiadat, norma
lingkungan, lingkungan kerja, lingkungan sosial lainnya.
3. Dukungan dana
4. Pengalaman masa
lampau
5. Tersedianya atau
ditawarkannya berbagai pilihan kegiatan
6. Tersedianya lahan
7. Kemampuan
8. Kebutuhan
psikologis masing-masing pelaku
9. Falsafah dan nilai
yang dimiliki
10. Pengaruh
lingkungan fisik maupun budaya setempat
11. Sikap masyarakat
dan budaya terhadap kegiatan-kegiatann tertentu
Cara memanfaatkan waktu luang secara positif
1.
Buat rencana untuk
mengisi waktu luang Anda, seperti:
a.
Tuliskan daftar
hal-hal yang Anda ingin lakukan dalam waktu luang Anda.
b. Membuat jurnal tentang kehidupan Anda dan mencakup
bagaimana Anda ingin menjadi lebih hidup.
2.
Tinggalkan hal-hal
yang kurang bermanfaat
3.
Mencoba hal-hal yang
baru
4.
Mengurangi penggunaan
media sosial agar aktivitas di dunia nyata Anda dapat lebih produktif
5.
Bersosialisasi,
seperti bergotong royong, menjadi volunteer
dalam suatu kegiatan, dan sebagainya
Referensi
1. Keith, Davis, Jhon W.
Newstrom, 1995. Perilaku Dalam Organisasi, Edisi Ketujuh, Erlangga,
Jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar