Nama : Diah Kamalia Hanastuti
Kelas : 2PA06
NPM : 12514954
Kepribadian
Sehat Menurut Erich Fromm
Pengertian
Dasar Teori Fromm
Fromm adalah ahli teori pertama yang dibicarakan
sampai sekarang yang menyamakan kesehatan psikologi dan kesehatan mental dengan
kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dari kepribadian
sehat, bukan suatu hasil sampingan yang terjadi kebetulan. Kebahagiaan
merupakan hasil dari kehidupan produktif dan membantu serta memajukan juga
tingkat-tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Kebahagiaan sungguh-sungguh
merupakan suatu bagian dari kehidupan sehat sehingga dapat diambil sebagai
bukti dari tingkat kesehatan psikologis yang telah dicapai seseorang. Fromm
mengembangkan dan memperhalus teorinya sendiri tentang kepribadian. Sistemnya
menggambarkan kepribadian sebagai yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan sosial
yang mempengaruhi individu dalam masa kanak-kanak dan juga kekuatan-kekuatan
historis yang telah mempengaruhi perkembangan spesies manusia.
Dasar teori Fromm hampir sama dengan
Freud, Ia setuju dengan Freud yang menekankan pentingnya motivasi, tetapi ia
tidak sependapat bahwa motivasi itu pertama-tama bersifat instingtif. Fromm
berpendapat bahwa selain manusia terdorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan
organic, manusia juga terdorong menjadi masyhur dan berkuasa, untuk cinta dan
untuk merealisasikan cita-cita religius dan humanistik.
Secara singkat, teori kepribadian yang digagas Fromm sebagai berikut:
Kebebasan manusia
yang semakin luas, menempatkan manusia merasa semakin kesepian, dengan kata
lain kebebasan menjadikan keadaan yang negatif di mana manusia-manusia
melarikan diri.
Manusia selalu
berusaha memecahkan kontradiksi-kontradiksi yang ada padanya. Maksudnya bahwa
seorang pribadi merupakan bagian sekaligus terpisah dari alam; merupakan
binatang, dan sekaligus manusia.
Aspek
individu, yakni aspek binatang dan aspek manusia merupakan kondisi-kondisi
dasar eksistensi manusia, yang berasumsi bahwa, “pemahaman tentang psikhe manusia
harus berdasarkan manusia tentang kebutuhan manusa yang berasal dari
kondisi-kondisi eksistensinya.
Kepribadian orang akan berkembang menurut kesempatan
yang diberikan kepadanya oleh masyarakat tertentu. Sebagai manusia tidak lepas
dari pasangan tipe karakter nekrofilus dan biofilus.
Nekrofilus adalah orang yang tertarik pada kematian, sedangkan biofilus adalah
orang yang mencintai kehidupan. Sekarang lima tipe masyarakat sudah sdemikian
menggenjala, berbeda dengan masa-masa sebelumnya, seperti reseptif,
eksploitatif, penimbunan, pemasaran, dan produktif.
Kepribadian
yang Sehat Menurut Fromm
Fromm
memberikan suatu gambaran jelas tentang kepribadian yang sehat. Orang yang
demikian mencintai seutuhnya, kreatif, memiliki kemampuan-kemampuan pikiran
yang sangat berkembang, mengamati dunia dan diri secara objektif, memiliki
suatu perasaan identitas yang kuat, berhubungan dengan dan berakar di dunia,
subjek atau pelaku dari diri dan takdir, dan bebas dari ikatan-ikatan sumbang.
Fromm
menyebutkan kepribadian yang sehat: orientasi produktif ,
yakni suatu konsep yang serupa dengan kepribadian yang matang dari Allport dan
orang yang mengaktualisasikan diri dari Maslow. Konsep itu menggambarkan
penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan
menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukan kata itu merupakan suatu sikap
umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respons-respons
intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan
peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri sendiri.
Empat
segi tambahan dalam kepribadian yang sehat dapat membantu menjelaskan apa yang
dimaksudkan Fromm dengan orientasi produktif. Keempat segi tambahan itu adalah
cinta yang produktif, pikiran yang produktif, kebahagian dan suara hati.
Cinta yang produktif adalah
suatu hubungan manusia yang bebas dan sederajat dimana rekan-rekan dapat
mempertahankan individualitas mereka. Tercapainya cinta yang produktif
merupakan salah satu dalam prestasi-prestasi kehidupan yang lebih sulit. Kita
tidak “jatuh” dalam cinta; kita harus berusaha sekuat tenaga karena cinta yang
produktif menyangkut empat sifat yang menantang; perhatian, tanggung jawab,
respek, dan pengetahuan.
Pikiran yang produktif meliputi kecerdasan, pertimbangan, dan
objektivitas. Pemikir yang produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap
objek pikiran. Pemikir yang produktif dipengaruhi olehnya dan memperhatikannya.
Kebahagian adalah
suatu bagian integral dan hasil kehidupan yang berkenaan dengan orientasi
produktif; kebahagian itu menyertai seluruh kegiatan produktif. Fromm
menuliskan bahwa suatu perasaan kebahagian merupakan bukti bagaimana
berhasilnya seseorang “dalam seni kehidupan”. Kebahagian merupakan prestasi
kehidupan yang paling luhur.
Suara hati memiliki
dua tipe, yakni suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati
otoriter adalah penguasa yang berasal dari luar yang di internalisasikan, yang
memimpin tingkah laku orang itu. Sedangkan suara hati humanistis ialah suara
dari dalam diri dan bukan juga dari suatu perantara dari luar diri. Pendoman
kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internak dan individual. Orang
bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan
menyikapi seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan
seluruh persetujuan dan kebahagian dari dalam. Kesehatan jiwa dalam pandangan
Fromm di tetapkan oleh masyarakat, karena kodrat struktur sosial membantu atau
menghalangi kesehatan psikologis. Apabila masyarakat-masyarakat yang sakit,
maka satu-satunya cara untuk mencapai orientasi produktif ialah dengan hidup
dalam suatu masyarakat yang waras dan sehat, yaitu masyarakat yang memajukan
produktivitas.
Ciri-ciri
Kepribadian Sehat
Menurut Fromm, orang
yang berkepribadian sehat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.
Mampu mengembangkan
hidupnya sebagai makhluk sosial di dalam masyarakat.
2.
Mampu mencintai dan
dicintai.
3.
Mampu mempercayai dan
dipercayai tanpa memanipulasi kepercayaan itu,
4.
Mampu hidup
bersolidaritas dengan orang lain tanpa syarat.
5.
Mampu menjaga jarak
antar dirinya dengan masyarakat tanpa merusaknya.
6.
Memiliki watak sosial
yang produktif.
Daftar Pustaka
1.
Schultz,
D. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: Kanisius
2. Jess Feist & Feist, G. (2010). Teori
Kepribadian. Jakarta: Salemba Humanika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar