Nama : Diah Kamalia Hanastuti
Kelas : 2PA06
NPM :
12514954
Teori Kepribadian Sehat
Apa itu kepribadian
sehat? Manurut Gordon W. Allport (Calvin S. Hall dan Gardner Lindzey, 2005) kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang
menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.Sedangkan
sehat adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri
dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual,
spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi)
dalam mempertahankan kesehatannya. Jadi, kepribadian sehat
adalah organisasi dinamis dalam diri individu yang dapat menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal.
A.
Kepribadian
Sehat Psikoanalisa
Psikoanalisa merupakan suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendiri pertama
kali diperkenalkan oleh Sigmund Freud (1856-1938). Freud mengembangkan
teorinya tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan
konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan
apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang
mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Psikoanalisis mempunyai metode
untuk membongkar gangguan-gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini,
antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Dari anggapan Freud bahwa kesadaran hanyalah sebagian kecil dari
pada seluruh kehidupan psikis. Freud memisahkan psyche itu sebagai
gunung es ditengah lautan, yang ada diatas permukaan laut itu menggambarkan
kesadaran, sedangkan yang dibawah permukaan air laut menggambarkan ketidak
sadaran. Didalam kesadaran-kesadaran terdapat ketakutan-ketakutan dasar yang
mendorong pribadi.
Pokok-pokok
Teori Freud
Teori Freud mengenai kepribadian dapat diikhtisarkan
dalam rangka struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian. Struktur
kepribadian tersebut mencakup tiga aspek yaitu:
Das Es (the id), yaitu
aspek Biologis
Das Ich (the ego), yaitu
aspek psikologis
Das Ueber Ich (the super ego), yaitu aspek sosiologis
Id merupakan
sistem kepribadian yang asli dan merupakan sumber energi utama bagi hidup
manusia. Id merupakan rahim tempat ego dan superego berkembang.
Freud menyebut id “kenyataan psikis yang sebenarnya”, karena id
mempresentasikan dunia batin pengalaman subjektif dan tidak mengenal kenyataan
objektif. Id terdiri dari dorongan-dorongan biologis dasar seperti kebutuhan
makan, minum, seks, dan agresifitas. Dorongan ini dibawa sejak lahir. Dalam Id terdapat dua
jenis energi yang saling bertentangan dan sangat mempengaruhi kehidupan
individu, yaitu insting kehidupan dan insting mati. Dorongan-dorongan
dalam Id selalu ingin dipuaskan, dan dalam pemuasannya Id selalu
berupaya menghindari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan (prinsip
kesenangan atau Pleasure Principle). Kecemasan realita adalah rasa
takut akan bahaya yang datang dari dunia luar dan derajat kecemasan semacam itu
sangat tergantung kepada ancaman nyata. Untuk menghilangkan ketidak-enakan dan
mencapai kenikmatan itu Id mempunyai dua proses yaitu, refleks dan
reaksi-reaksi otomatis, seperti misalnya bersin, berkedip dan sebagainya.
Proses primer misalnya orang lapar membayangkan makan. Namun jelas dengan cara
ini kebutuhan akan makan tidak dapat terpenuhi karena itu dibutuhkan ego.
Ego merupakan
energi yang mendorong untuk mengikuti prinsip kenyataan. Ego menjalankan
fungsi pengendalian agar upaya pemuasan dorongan Id itu
realistis atau sesuai dengan kenyataan. Misalnya orang yang lapar harus
mencari, menemukan, dan memakan makanan sampai tegangan karena merasa lapar
dapat dihilangkan. Dalam
fungsinya ego berpegang dalam prinsip kenyataan adau realitas
dan bereaksi pada proses sekunder. Terkadang ego juga
dipandang sebagai aspek eksekutif
kepribadian, karena ego mengatur jalan-jalan yang ditempuh, memilih kebutuhan-kebutuhan yang dapat dipenuhi serta cara-cara memenuhinya., dapat juga memilih obyek yang dapat memenuhi kebutuhan.
kepribadian, karena ego mengatur jalan-jalan yang ditempuh, memilih kebutuhan-kebutuhan yang dapat dipenuhi serta cara-cara memenuhinya., dapat juga memilih obyek yang dapat memenuhi kebutuhan.
Sistem kepribadian ketiga dan yang terakhir dikembangkan
adalah superego. Superego adalah gambaran
kesadaran akan nilai-nilai dan moral masyarakat yang ditanamkan oleh adat
istiadat, agama, orangtua, guru, dan orang lain kepada anak. Karena itu pada
dasarnya superego adalah hati nurani seseorang yang menilai benar atau salahnya
tindakan seseorang. Itu berarti superego mewakili nilai-nilai
ideal dan selalu berorientasi pada kesempurnaan.
Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :
Freud juga membagi aktivitas mental individu dalam beberapa tingkatan berdasarkan sejauh mana individu menyadari gejala-gejala psikis yang timbul, yaitu :
1)
Tingkat sadar atau kesadaran (conscious level)
Pada
tingkat ini aktivitas mental dapat disadari setiap saat seperti berpikir,
persepsi, dan lain-lain.
2) Tingkat
prasadar (preconscious level)
Pada
tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis yang timbul bias disadari
hanya apabila individu memperhatikannya, misalnya memori,
pengetahuan-pengetahuan yang telah dipelajari, dan lain-lain.
3) Tingkat
tidak disadari (unconscious level)
Pada
tingkat ini aktivitas mental dan gejala-gejala psikis tidak disadari oleh
individu. Gejala-gejala ini muncul misalnya dalam dorongan-dorongan immoral,
pengalaman-pengalaman yang memalukan, harapan-harapan yang irasional,
dorongan-dorongan seksual yang tidak sesuai dengan norma masyarakat, dan
lain-lain.
Kepribadian yang baik menurut psikoanalisis adalah jika
individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah. Belajar mengatasi
tekanan dan kecemasan, serta keseimbangan antara kinerja super ego terhadap id
dan ego.
B.
Kepribadian Sehat Behavioristik
Behaviorisme merupakan sebuah aliran dalam psikologi yang
didirikan oleh J.B. Watson. Sama halnya dengan psikoanalisis, behaviorisme juga
merupakan aliran yang revolusioner, kuat dan berpengaruh serta memiliki akar
sejarah yang cukup dalam. Selain Watson ada beberapa orang yang dipandang
sebagai tokoh behaviorsime, diantaranya adalah Ivan Pavlov, E.L. Thorndike,
B.F. Skinner, dll. Namun demikian bila orang berbicara kepribadian atas dasar
orientasi behavioristik maka nama yang senantiasa disebut adalah Skinner
mengingat dia adalah tokoh behaviorisme yang paling produktif dalam
mengemukakan gagasan dan penelitian, paling berpengaruh, serta paling berani
dan tegas dalam menjawab tantangan dan kritik-kritik atas behaviorisme
Behaviorisme juga disebut psikologi S-R (stimulus dan
respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan
bersikeras bahwa psikologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari
kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati.
Teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan
lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku
dan semua bentuk tingkah laku manusia. Pavlov, Skinner, dan Watson dalam
berbagai eksperimen mencoba menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan
terhadap tingkah laku. Semua tingkah laku termasuk tingkah laku yang tidak
dikehendaki, menurut mereka, diperoleh melalui belajar dari lingkungan.
Aliran Behaviorisme mempunyai 3 ciri penting
Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai
elemen dari perilaku
Menekankan
pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari, behaviorisme
menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
Memfokuskan
pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia
dan perilaku binatang.
Sumber/Referensi:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar