Selasa, 27 Oktober 2015

Analisis Film Inside Out


Inside Out merupakan film bergenre animasi, menceritakan tentang kehidupan Riley, remaja berusia 11 tahun. Pada film tersebut tidak terlalu berfokus pada Riley, melainkan pada isi kepalanya yang terwujud dalam 5 emosi. Emosi yang ada digambarkan pada 5 karakter, yaitu Joy (kesenangan), Sadness (kesedihan), Anger (kemarahan), Disgust (kejijikan), Fear (ketakutan). Cerita berawal pada saat Riley yang awalnya merupakan sosok yang periang, karena dominan dikendalikan oleh Joy, harus mengalami guncangan pada saat keluarganya pindah. Kehidupan barunya tidak seindah kehidupan lamanya. Hal ini membuat para emosi yang tinggal di dalam kepala Riley menjadi bingung.
Pada film ini digambarkan beberapa pulau; pulau canda, pulau pertemanan, pulau hoki (hobi Riley), pulau jujur, dan pulau keluarga, yang membentuk kepribadian pada Riley. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sigmund Freud tentang perkembangan manusia, bahwa tahun-tahun awal kehidupan memegang peranan penting bagi pembentukan kepribadian seseorang.
Dari film ini kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran kita dapat merespons satu hal yang sama dengan cara yang berbeda. Contohnya tentang hujan, bahagia melihat hujan menjadi satu hal yang menyenangkan, karena kita dapat bermain hujan, namun disisi lain rasa sedih pandangan tentang hujan akan membuat kita menderita karena kebasahan dan terendam air. Setiap emosi memiliki porsinya masing-masing, karena kita tidak selamanya akan merasa selalu bahagia, kita pasti akan merasakan sedih, takut, marah, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar