Senin, 03 November 2014

Analisis Kasus Psikologi Umum 1

Tawuran dan Tindakan Anarkis Pelajar Cerminkan Degradasi Moral Siswa

JAKARTA, Jurnalpos.com – Tawuran pelajar dan tindakan anarkis yang dilakukan Siswa SMAN 6 Jakarta terhadap para wartawan yang sedang meminta klarifikasi mengenai perampasan peliputan kaset milik reporter Trans 7 dianggap sebagai salah satu contoh degradasi moral dari sebagian generasi muda. Menurut Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin usai acara halal bihalal PP Muhammadiyah dan Ormas Islam dan Tokoh Muslim di Gedung PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9), “Sedih, prihatin ada siswa yang melakukan hal seperti itu. Tindakan anarkis patut kita sesalkan.”
Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi mendasar bagi pemerintah. Pasalnya perilaku anarkis tersebut dinilai memperjelas degradasi moral dikalangan pelajar. Oleh karena itu pendidikan moral sangatlah penting untuk diberlakukan di lembaga pendidikan. Peristiwa tersebut juga menguak tabir permasalahan dalam sistem pendidikan Indonesia. Ia juga mendesak agar pihak penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tersebut. Bahkan jika ada dugaan keterlibatan guru atau wartawan juga harus ditindak tegas.(Aldy/Heri/Ivan)



ANALISIS KASUS

Situasi keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan dan perkembangan psikologis anak, apabila dalam suatu keluarga sering terjadi keributan atau pertengkaran antara kedua orang tua maka hal itu sangat memicu untuk anak menjadi sangat agresif. Akibatnya anak tersebut bisa jadi ikut tawuran ataupun berkelahi dengan teman-teman sebayanya seperti pada kasus di atas. Apabila seorang anak tidak mendapatkan kenyamanan dirumahnya sendiri maka ia akan mencari rasa aman atau kenyamanan diluar rumah, dengan membentuk suatu geng bersama teman-teman sebayanya.
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri, pada masa ini remaja sangat membutuhkan bimbingan dari orang terdekat seperti orangtuanya sendiri yang paling mengerti untuk menemukan jati dirinya. Pada masa ini juga disebut masa yang paling membingungkan oleh para remaja, maka dari itu pengawasan dan nasehat dari orangtua sangatlah dibutuhkan agar ia dapat menjadi remaja yang terarah dan menemukan jati dirinya. Apabila seorang remaja ini sudah mendapatkan pengakuan, kenyamanan dan ketenangan dirumahnya sendiri, maka ia tidak akan mencari pengakuan, dan rasa aman di luar rumah dengan bergabung dan membentuk geng bersama teman-temannnya.

PENDEKATAN PSIKOLOGIS DAN SARAN


Menurut saya, pada ada kasus ini, pendekatan psikologis yang tepat adalah CBT (Cognitive Behavior Therapy) yang mengubah pola pikir para pelaku yang melakukan tawuran. Mereka harus tahu bahwa melakukan tindakan anarkis seperti tawuran dapat merugikan diri sendiri dan orang yang ada disekitarnya. Selain melakukan pendekatan CBT, pada kasus ini juga dapat menggunakan pendekatan humanistik oleh para orang tua. Orang tua harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang lebih kepada anak mereka, serta mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus pada pergaulan yang salah. Bimbingan dari orang terdekat khususnya orang tua sangat dibutuhkan oleh seseorang, khususnya bagi anak yang baru beranjak dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar